Cara Memelihara Pusaka PETUA
Bahan yang digunakan dalam proses penjamasan pusaka terdiri :
1. Air kelapa muda
2. Asam kawak
3. Belimbing wuluh atau blimbing keris 4. Jeruk pecel/nipis
5. Minyak pusaka
6. Warangan / racun
1. Air kelapa muda
2. Asam kawak
3. Belimbing wuluh atau blimbing keris 4. Jeruk pecel/nipis
5. Minyak pusaka
6. Warangan / racun
Sebelum ketahapan penjamasan harus dibedakan jenis pusaka
tersebut, mana yang pusaka pamornya galak mana yang biasa. Karena cara
mencuci/jamasnya berbeda-beda. Kalau jenis pusakanya galak seperti jenis
keris Naga cara jamasnya harus searah dari pangkal keujung cara
menggosoknya. Jenis naga tidak boleh menggosoknya naik turun sebab
akan merusak pamor keris itu dan bisa menyebabkan khodam pusaka lepas
meninggalkan keris itu. Setelah dibedakan jenis pusakanya baru bisa
dimulai tahapan penjamasan/pencucian.
Tahapan penjamasan meliputi :
1. Pusaka lepas dari warangkanya, kemudian direndam dalam
air kelapa muda selama 10menit (biar warangan luntur semua). Atau bisa
langsung cukup dibasahi pusaka tersebut dengan air kelapa
2. Keris digosok dengan asam kawak dengan arah dari bawah
sampai ujung pusaka sampai warangan lepas dan terlihat jelas pamor
pusakanya. Bilas asam kawak tadi yang nempel dipusaka dengan air kelapa
biar bersih
3. Jamas lagi dengan digosok pakai jeruk nipis/pecel dengan
arah dari bawah keatas agar warangan bisa lepas semuanya dan pamor
terlihat lebih jelas. Kemudian Bilas lagi dengan air kelapa biar bersih
4. Jamas lagi dengan digosok pakai belimbing wuluh/blimbing
keris dengan arah dari bawah keatas kemudian bilas dibersihkan pakai
air kelapa.
5. Setelah pusaka bersih kita keringkan dengan
diangin-anginkan. Baru kemudian kita olesin pakai minyak pusaka dengan
arah dari bawah keujungnya memakai kuas biar bisa merata. Lalu dijemur
ditempat yang panas agar cepat kering
6. Proses terakhir adalah memberikan warangan (racun).
Pemberian warangan ini boleh dilakukan maupun tidak. Jaman dahulu
warangan diberikan agar berfungsi meracuni luka orang yang kena pusaka
tersebut. Kalau jaman sekarang tidak perlu diberi warangan karena keris
hanya merupakan benda antik atau buat koleksi saja bukan untuk senjata
perang
Keris yang sudah diberi warangan atau sudah selesai diolesi minyak pusaka dan sudah kering baru dimasukkan kewarongko ( wadah kerisnya ) disimpan ditempat yang sudah disiapkan.
Minyak pusaka biasanya khusus tetapi andai tidak ada minyak pusaka bisa diolesi dengan minyak cendana, melati, mawar atau kenanga. Jangan sekali- sekali mengolesi keris dengan minyak misik za'faron karena bisa merusak pamor dari pusaka tersebut.
Keris yang sudah diberi warangan atau sudah selesai diolesi minyak pusaka dan sudah kering baru dimasukkan kewarongko ( wadah kerisnya ) disimpan ditempat yang sudah disiapkan.
Minyak pusaka biasanya khusus tetapi andai tidak ada minyak pusaka bisa diolesi dengan minyak cendana, melati, mawar atau kenanga. Jangan sekali- sekali mengolesi keris dengan minyak misik za'faron karena bisa merusak pamor dari pusaka tersebut.
Baca juga# Jenis Keris, Pamor dan fungsinya
Setelah tahapan penjamasan tersebut diatas perawatan
benda pusaka bisa dilakukan sebulan sekali dengan memberikan/ diolesi
minyak pusaka atau minyak khusus seperti tersebut diatas. Apabila
perawatan tidak bisa dilakukan tiap bulan cukup setahun sekali tidak ada
apa-apa karena minyak pusaka sudah memberikan ketahanan pusaka dari
pelapukan/ karat. Moga proses penjamasan ini bisa bermanfaat bagi para
kolektor, apabila butuh penjamasan pusaka khusus kami siap membantu.
Terimakasih atas kunjungannya

Komentar
Posting Komentar